in

Senat AS Bebaskan Donald Trump dari Pemakzulan

Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dinyataan tidak bersalah oleh Senat AS atas dakwaan penyalahgunaan kekuasaan maupun merintangi Kongres. Dalam pemungutan suara dakwaan penyalahgunaan kekuasaan, tercatat 52 suara menolak dakwaan, sementara 48 suara menerima.

Pada sidang dakwaan, dilakukan voting yang tidak setuju menghalangi Kongres tercatat 53 suara menolak yang berbanding 47 suara menerimanya. Sementara itu, setelah sidang pemakzulan di Senat AS ini usai, Kongres kemudian memasuki masa reses hingga pekan depan.

“Presiden Trump telah benar-benar terbukti dan sekarang saatnya untuk kembali ke rakyat Amerika,” terang Ketua Tim Kampanye Turmp, Brad Parscale, seperti dikutip Telaah.id dari laman berita Reuters melalui Republika, Kamis (6/2).

Dengan perolehan itulah kemudian Senat Amerika Serikat (AS) membebaskan Presiden Donald Trump dari kedua dakwaan dalam sidang pemakzulan terhadapnya, Rabu (5/2) waktu setempat. Yakni, bebas dari dakwaan penyalahgunaan kekuasaan maupun merintangi Kongres.

Sementara itu, Senator dari Partai Republik Mitt Romney berada di kubu Demokrat menyatakan Presiden melakukan kesewenangan kekuasaan. Demokrat menyebut persidangan itu palsu dan ditutup-tutupi.

Demokrat menuduh Trump menyalahgunakan kekuasaannya dengan mengatur kampanye tekanan untuk membuat Ukraina menyelidiki saingan politiknya, mantan Wakil Presiden Joe Biden. Mereka juga menuduhnya menghalangi Kongres karena menolak untuk berpartisipasi dalam penyelidikan pemakzulan.

Sedangkan Trump menyebut pemakzulan sebagai upaya kudeta dan upaya Demokrat untuk membatalkan kemenangannya dalam pemilu 2016. Trump membantah melakukan kesalahan, berulang kali menyebut pemakzulan sebagai ‘tipuan’.

Lapor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menurut kamu?

Bantu Difabel, Mahasiswa Undip Semarang Kembangkan Tangan Bionik

Ina Ammania Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di SMA Negeri I Kawedanan Magetan