in

Pemimpin Azad Kashmir Ingatkan Dunia Soal Gentingnya Situasi Asia Selatan

Jakarta – Pemimpin Azad Kashmir atau wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan, Sardar Masood Khan mengatakan bahwa dunia belum sepenuhnya memahami gentingnya situasi di Asia Selatan yang muncul dari perselisihan Kashmir antara India dan Pakistan.

Menurutnya, Kashmir saat ini tidak bisa diabaikan oleh kekuatan global. Tindakan India membagi negara bagian Jammu dan Kashmir dan mencabut otonominya serta melanjutkan blokade komunikasi di wilayah tersebut semakin memperburuk situasi.

“Jika aku bisa mengatakannya seperti itu, kamu tidak bisa mengabaikannya. Semua orang melihatnya dari segala arah, apakah Anda duduk di Washington atau Tokyo atau Beijing atau Australia. Anda melihat Kashmir sebagai ancaman bagi perdamaian dan keamanan,” terang Sardar Masood Khan, seperti dilansir Anadolu Agency yang dikutip Republika, Rabu (12/2) kemarin.

Sardar Masood Khan juga  menyinggung mengenai tawaran Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menengahi perselisihan India dan Pakistan. Namun, Khan membandingkan tawaran tersebut dengan rencana perdamaian AS untuk Palestina yang justru menciptakan defisit kredibilitas.

Lbeih dari itu, Khan bahkan mengingatkan piagam PBB mewajibkan Sekretaris Jenderal PBB untuk menengahi perselihan demi menghindari konflik. Dia pun mempertanyakan mengapa Sekjen PBB António Guterres tidak bisa menjadi mediator dengan kolaborasi dan bantuan dari Trump.

Selain itu, jika masalah antara dua negara tetangga di Asia Selatan itu tidak diselesaikan, lanjut Khan, bahaya perang nuklir dan penghancuran 130 juta orang bisa menjadi kenyataan. Menurut dia ini bukan hanya untuk Asia Selatan.

“Menurut perkiraan yang diberikan oleh para ilmuwan, 130 juta orang akan terbunuh secara instan, dan 2,5 miliar orang di seluruh dunia akan terkena dampak langsung atau tidak langsung oleh radiasi dan kejatuhan nuklir,” jelas Khan.

Bahkan, menurut Khan, bukan tidak mungkin bahwa keadaan semacam itu juga akan menyebabkan migrasi massal.

Lapor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menurut kamu?

Pemerintah Tetapkan Target Inflasi Volatile Food

Mendikbud Siapkan Platform Teknologi untuk Transparansi Dana BOS