Poligami dan Langkah Terjal Benyamin Davnie Menghadapi Pilkada Tangsel

  • Whatsapp
20200606 153552

“Bagi kami, Komnas Perempuan, poligami adalah kekerasan terhadap perempuan,” ucap Imam dalam acara diskusi Perempuan dan Politik; ‘Bisakah Poligami di Indonesia Dilarang?” Kata Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Imam Nahe’i.

“Kalau Bg Ben jadi Walikota, kira-kira siapa yang jadi ketua PKK nya yah? Secara kan rumornya beliau poligami,” ucap seorang ibu penjual daging di pasar saat ditanyain tim redaksi telaah.id tentang bagaimana pendapatnya soal pilihan Walikota Tangsel selanjutnya pada Jumat, (06/20).

Isu poligami bagaikan krikil tajam yang akan melukai dan menghambat jalan Benyamin Davnie menjadi Walikota Tangsel di Pilkada nanti.

Pasalnya, diduga kuat Benyamin davnie sebagai pejabat publik memiliki istri lebih dari satu. Tentunya hal tersebut ranah privat, tetapi masyatakat modern di Tangsel terutama kaum perempuan akan sangat sulit menerimanya.

Bayangkan ketika benyamin datang berkampanye ke majlis ta’lim yang dihadiri ribuan ibu-ibu pengajian, tiba-tiba ada seorang Ibu yang bertanya “Apakah bapak berpoligami?” Tentunya jawaban dari pertanyaan tersebut akan sangat mempengaruhi pikiran orang dalam menentukan pilihan politiknya.

Benyamin Davnie harus menjadi dirinya sendiri, tampil ke publik sebelum pilkada digelar untuk menjelaskan identitasnya dengan jujur dan terbuka. Hal ini penting dilakukan untuk menjawab penasaran masyarakat Tangsel terutama kaum perempuan tentang kebenaran isu poligami yang semakin hari semakin jadi obrolan hangat.

Idealnya memang seorang pejabat publik hanya memiliki satu istri. Sebab, apabila terpilih pejabat tersebut akan banyak bicara di forum-forum seminar atau undangan forum yang menyoal woman issue.

Golkar Tangsel sebagai partai politik perlu menghitung dengan cermat hal-hal seperti ini yang sangat memungkinkan mengganjal langkah Benyamin Davnie menuju kemenangan dalam Pilkada Tangsel nanti.

Seandainya Benyamin tidak berani tampil bicara ke publik untuk menjelaskan isu poligami ini, maka Golkar sebagai partai politik harus mempertimbangkan ulang sikap partai yang mendukung Benyamin di Pilkada Tangsel.

Selain isu poligami, Golkar juga terlalu gegabah memasangkan Benyamin dengan anak muda yang tidak punya track record yang jelas seperti Pilar Saga Ichsan. Harusnya Golkar membaca lebih jeli keinginan publik Tangsel yang tidak ingin lagi Tangsel dipimpin dengan keluarga dinasti.

-redaksi-IMG 20200605 WA0038 1

Pos terkait