in

OJK: Penempatan Rp 30 T ke Bank Bantu Pulihkan Ekonomi

Ketua OJK Wimboh Santoso

Pemerintah menempatkan dana Rp 30 triliun di empat bank milik negara.

JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan penempatan dana senilai Rp 30 triliun oleh pemerintah di bank-bank Himbara bisa membantu memulihkan kondisi perekonomian nasional. Empat bank milik negara yang terpilih sebagai mitra pemerintah yaitu Bank BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN.

“Ini bentuk perhatian dan dorongan kepada perbankan untuk lebih agresif dalam percepatan pemberian kredit untuk recovery ekonomi,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR-RI di Jakarta, Senin (29/6).

Wimboh mengatakan bank-bank yang mendapatkan dana ini bisa segera merumuskan rencana bisnis untuk menyalurkan kredit kepada sektor riil, khususnya kepada UMKM.

Namun, ia mengingatkan dalam kondisi seperti ini masih ada sektor jasa yang masih terdampak Covid-19 yang belum bisa memperoleh pendapatan tetap seperti pariwisata dan perhotelan.

“Poin ini penting dan kami pantau bersama dengan perbankan. Kami juga minta hati-hati untuk alokasi sektor yang bisa diberikan dan bisa menyerap tenaga kerja,” katanya.

Selain itu, Wimboh menambahkan program penempatan dana ini sudah selaras dengan perkembangan program restrukturisasi kredit yang mulai melandai realisasinya pada Juni. Dengan demikian, perbankan terutama Himbara bisa mulai fokus untuk menyalurkan pembiayaan agar kegiatan perekonomian di sektor riil dapat berjalan kembali.

“Sudah waktunya kami minta perbankan mulai memberikan kredit kepada debitur yang melakukan restrukturisasi maupun yang tidak, meski yang melakukan restrukturisasi butuh perhatian khusus,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan kebijakan penempatan dana pemerintah di empat bank Himbara bisa memulihkan kondisi perekonomian.

Ia menyakini penempatan dana ini bisa bersinergi dengan program penambahan likuiditas (QE) yang sudah dilakukan bank sentral untuk memperkuat modal perbankan. “Langkah ini sejalan dengan Quantitative Easing yang sudah dilakukan hingga Rp614 triliun. Kebijakan itu dengan langkah-langkah erat lainnya bisa segera memulihkan ekonomi,” ujarnya.

sumber : Antara

Sumber: Republika

Lapor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menurut kamu?

Seorang jamaah Qatar pergi setelah melakukan sholat subuh pertama di sebuah masjid setelah dibuka kembali di Doha, Qatar, 15 Juni 2020. Pelonggaran lockdown di Qatar memungkinkan restoran dan pantai dibuka terbatas. Ilustrasi.

Qatar Mulai Perlonggar Lockdown Awal Juli

Petani memanen tebu untuk dikirim ke pabrik gula, di Ngawi, Jawa Timur, Senin (21/5).

Kemendag Bakal Tugaskan BUMN dan Importir Serap Gula Petani