in

Qatar Mulai Perlonggar Lockdown Awal Juli

Seorang jamaah Qatar pergi setelah melakukan sholat subuh pertama di sebuah masjid setelah dibuka kembali di Doha, Qatar, 15 Juni 2020. Pelonggaran lockdown di Qatar memungkinkan restoran dan pantai dibuka terbatas. Ilustrasi.

Pelonggaran lockdown di Qatar memungkinkan restoran dan pantai dibuka terbatas

DUBAI — Qatar bertujuan untuk lebih melonggarkan pembatasan kegiatan akibat penyebaran Covid-19 mulai 1 Juli. Langkah tersebut memungkinkan pembukaan kembali restoran, pantai, dan taman secara terbatas, karena infeksi telah melewati puncaknya dan kasus mulai mereda.

Negara berpenduduk sekitar 2,8 juta ini memiliki jumlah infeksi tertinggi kedua di antara enam negara Teluk Arab setelah tetangganya, Arab Saudi. Pada akhir pekan, pemerintah Qatar mengumumkan 750 kasus baru sehingga total menjadi 94.413 dengan 110 kematian.

Dalam sebuah pernyataan pada Ahad (29/6) malam, Komite Tertinggi untuk Manajemen Krisis mengatakan restoran akan dibuka kembali dengan kapasitas terbatas mulai 1 Juli. Pelonggaran yang sama juga akan berlaku untuk pantai dan taman umum.

Pertemuan publik dan pribadi akan dibatasi hingga lima orang saja. Sementara karyawan di sektor publik dan swasta dapat bekerja dari kantor dengan kapasitas 50 persen.

Qatar kemungkinan akan melakukan penerbangan keluar dan pembukaan kembali beberapa masjid. Dalam fase relaksasi ketiga, yang dijadwalkan mulai 1 Agustus, memungkinkan penerbangan dari negara-negara berisiko rendah untuk dilanjutkan dan membuka kembali pusat perbelanjaan dan pasar.

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Lapor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menurut kamu?

Petugas pemakaman Vila Formosa saat menggali kuburan lama untuk membuka ruang baru bagi mereka yang telah meninggal karena virus Corona di Sao Paulo, Brasil, Senin (15/6). Brasil merupakan negara kedua di dunia setelah Amerika Serikat yang memiliki tingkat kematian dan kasus akibat virus Corona dan beberapa spesialis menganggap bahwa Negara itu sudah menjadi pusat pandemi baru

Sehari Corona Bertambah 30 Ribu Kasus di Brasil

Ketua OJK Wimboh Santoso

OJK: Penempatan Rp 30 T ke Bank Bantu Pulihkan Ekonomi