in

Bukopin: Asistensi Bank BRI Bantu Persoalan Bank

Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A Purwantono mengatakan kehadiran Tim Technical Assistance Bank BRI dapat membantu persoalan bank tersebut dalam situasi perekonomian nasional yang kurang baik saat ini.

OJK meminta BRI untuk memberikan bantuan asistensi kepada Bank Bukopin

 JAKARTA — Direktur Utama Bank Bukopin Rivan Achmad Purwantono mengatakan kehadiran Tim Technical Assistance Bank BRI dapat membantu persoalan bank tersebut dalam situasi perekonomian nasional yang kurang baik saat ini.

“Ini bagus sekali, pendampingan BRI sangat penting bagi kami di tengah pandemi,” kata Rivan saat dihubungi di Jakarta, Selasa (30/6). Rivan mengatakan bank pelat merah itu telah memberi bantuan untuk mengatasi persoalan treasury dan operasional serta bantuan lainnya dalam beberapa hal nonteknis.

Menurut dia, Bukopin juga terus menunjukkan komitmen dalam bekerja sama dengan BRI karena kedua bank memiliki kultur kerja yang sama.”Segmentasi kami juga sebenarnya sama, cuma klasternya yang berbeda,” katanya.

Oleh karena itu, Rivan optimistis likuiditas Bukopin akan terus membaik, apalagi pendampingan ini juga merupakan bagian dari program pemulihan ekonomi nasional.

Tim Technical Assistance Bank BRI telah aktif bekerja membantu Bank Bukopin sejak 18 Juni 2020 untuk menindaklanjuti surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 11 Juni 2020.

Dalam surat itu, OJK meminta BRI untuk memberikan bantuan asistensi kepada Bank Bukopin yang mengalami masalah likuiditas dan operasional bank.

Tim tersebut telah berkantor di Kantor Pusat Bank Bukopin dan berkomunikasi dengan manajemen terkait langkah-langkah strategis yang perlu segera diambil untuk mengatasi permasalahan.

Ketua Tim Technical Assistance BRI Johanes Kuntjoro Adisardjono menyakini upaya pendampingan yang sedang dilakukan dapat memulihkan persoalan likuiditas yang dialami oleh Bank Bukopin.

Ia menambahkan upaya maksimal juga sedang dilakukan oleh semua pihak, termasuk manajemen Bank Bukopin, pemegang saham maupun regulator untuk menjaga stabilitas likuiditas.

“Harapan kami, masyarakat dan nasabah tetap tenang dan tidak khawatir berlebihan karena proses pemulihan sedang berjalan. Kami optimistis bahwa kondisi akan semakin membaik,” ujarnya.

sumber : Antara

Sumber: Republika

Lapor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menurut kamu?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Pemerintah Gali Potensi Kerja Sama Ekonomi RI-Uni Eropa

Aneksasi Tepi Barat diragukan sendiri oleh sejumlah pejabat Israel. Pandangan pemukiman Yahudi Tepi Barat.

Keraguan Aneksasi Tepi Barat di Tengah Kabinet Israel