UMKM Mulai Perlu Segera Membangun Kolaborasi

  • Whatsapp
Perajin loyang, Nuryaman, menyelesaikan pembuatan produk loyang di sentra industri UMKM Binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di Bogor, Rabu (12/8). YDBA berkolaborasi dengan salah satu merchant di marketplace Indonesia, Toko Pasti Puas, memasarkan produk UMKM Binaan YDBA secara daring.

Perlu mata rantai panjang demi menghasilkan produk atau jasa dengan nilai jual tinggi

JAKARTA– Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) harus mulai menyadari pentingnya menjalin kolaborasi. Dengan begitu, bisa menciptakan produk berbiaya murah. “Ketika kalian berkolaborasi ini bisa menghasilkan produk atau jasa yang lebih baik,” ujar CEO Blibli.com Kusumo Martanto dalam Festival UMKM yang digelar Kumparan, Senin (26/10). 

Bacaan Lainnya


Ia menjelaskan, perlu mata rantai panjang demi menghasilkan produk atau jasa dengan nilai jual tinggi.  “Perlu biaya dan sumber daya manusia besar untuk membuat mata rantai. Bagi UMKM untuk mencapai itu perlu upaya luar biasa,” tutur Kusumo. 


Di sektor pertanian misalnya, kata dia, bahan baku yang diambil dari petani diserap oleh koperasi, kemudian diolah menjadi bahan baku bagi perusahaan. “Dari perusahaan, bahan dasar tersebut dikemas ulang agar bisa dipasarkan ke reseller hingga sampai ke tangan konsumen melalui e-commerce,” jelasnya. 


Ia menegaskan, proses tersebut tidak bisa dipotong. Sebab pada terdapat kemampuan masing-masing di setiap tingkatan. “Terkadang (mata rantai) di dalam satu tatanan penting, karena kemampuan finansial berbeda-beda. Kalau mata rantai diperpendek, belum tentu petani misalnya mengerti branding,” kata dia.


Direktur Utama SMESCO Leonard Theosabrata pun menyatakan, kolaborasi penting bagi UMKM. Banyak UMKM bisa tumbuh lewat kolaborasi. “Tanpa itu (kolaborasi), akan sulit sekali go internasional. Butuh upaya luar biasa,” ujarnya. 


 

Sumber: Republika

Pos terkait