PMI Minta Presiden Bubarkan Staf Khusus Milenial

  • Whatsapp
Screenshot 20201110 085559 WhatsApp e1610552323576

Penggerak Milenial Indonesia (PMI), M. Adhia Muzakki meminta presiden Joko Widodo untuk membubarkan Staf khusus milenial.

Menurut Adhia, tugas pokok dan fungsi staf khusus milenial yang diperkenalkan Jokowi pada November 2019 silam tidak jelas. Dan itu semakin kentara setelah satu tahun berjalan. Selain itu, Adhia menilai apa yang dikerjakan stafsus milenial tidak terasa manfaatnya tapi terasa masalahnya.

Bacaan Lainnya

“Manfaatnya tidak terasa, masalahnya terasa,” ujar Adhia kepada Redaksi, Selasa (10/11/2020).

Adhia geram lantaran baru baru ini, salah seorang Stafsus millenial Jokowi Aminuddin Ma’ruf membuat ulah dengan mengeluarkan surat perintah yang dinilai salah kaprah. Surat perintah itu ditujukan Aminuddin kepada Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN).

Menurut Adhia, apa yang dilakukan Aminudin Ma’ruf bukanlah membantu presiden. Tapi membebani presiden.

“Kalau nggak kerja, gapapa. Tapi jangan bikin masalah. Diam-diam aja di istana,” ungkap Adhia.

Tak hanya Aminudin, Adhia juga menyoroti bobroknya Stafsus milenial Jokowi ini. Ia menuturkan, sebelumnya ada Billy Mambrasar yang sempat membuat ramai setelah mencuit tentang “kubu sebelah”–merujuk ke kelompok oposisi pemerintah.

Selain Aminudin dan Billy, masih kata Adhia Andi Taufan juga pernah membuat ulah. Kala itu, Andi mengirimkan surat dengan kop surat Istana untuk meminta daerah mendukung program Desa Lawan Covid-19 dengan melibatkan perusahaannya, PT Amartha, pada 1 April 2020 lalu.

Belum lama ini, Adhia membeberkan Adamas Belva, CEO Ruang Guru itu juga tersangkut konflik kepentingan dalam program Kartu Prakerja.

“Apa yang dilakukan Stafsus Millenial itu sama sekali tidak membantu presiden. Yang ada hanya membebani presiden,” terangnya.

Lebih lanjut Adhia mempertanyakan kinerja para stafsus milenial yang tidak terlihat dalam membantu penanganan Covid-19.

“Dari survey FPMSI hanya Billy Mambrasar dianggap yang paling aktif melakukan kegiatan sosial maupun aksi pencegahan Covid-19,” ungkap Adhia.

Adhia lantas meminta Presiden agar segera membubarkan Stafsus millenial yang dirasa banyak mudharatnya dibanding manfaatnya.

“Jika mudharat lebih banyak daripada manfaat, maka langkah paling tepat ialah bubarkan,” pintanya.

“Keberadaan stafsus millenial lebih layak dibubarkan alih-alih dipertahankan. Kecuali jika ada kepentingan,” pungkas Adhia.

Pos terkait