Disperkimta Tangsel Sebut Intermark BSD Belum Serahkan 2 Persen Lahan untuk Pemakaman

  • Whatsapp
Intermark

Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Tangerang Selatan menyebut pengembang jenis apartemen dan perkantoran Intermark BSD belum menyerahkan kewajiban 2 persen dari total lahan yang dikuasai untuk digunakan tempat pemakaman.

Keterangan Disperkimta Tangsel tersebut didapat dari surat jawaban yang ditujukan kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Nasional Anti Rasuah (KONTRA) atas surat permohonan informasi dari lembaga tersebut soal jumlah pengembang di Tangsel yang sudah menyerahkan 2 persen dari total lahan yang dikuasai sesuai Permendagri.

Ketum KONTRA, Firdaus Robby menilai sikap Intermark BSD tersebut merupakan perbuatan melawan undang-undang, Robby juga meminta agar KPK turun tangan ke Tangsel untuk menyelidiki persoalan ini.

“Disperkimta Tangsel kan sudah ngomong ke media bahwa pengembang nakal atau yang belum menyerahkan kewajibannya di Tangsel itu ada 200 lebih jumlahnya, ini persoalan serius, data yang kami dapat justru lebih dari 200, dari 1000 lebih pengembang hanya 12 pengembang yang sudah menyerahkan kewajiban 2 persen tersebut,” kata Robby kepada wartawan, Kamis, (11/02/21).

Robby mengatakan apabila data Disperkimta Tangsel tersebut benar, maka total pengembang yang belum menyerahkan kewajibannya bisa menyentuh angka 98 persen.

“Ini persoalan gak main main loh, dari awal Tangsel berdiri masak hanyak 12 pengembang yang sudah menyerahkan dari total 1000 lebih pengembang, kami akan Surati KPK untuk melaporkan permasalahan ini,” jelasnya.

Berdasarkan data Disperkimta tersebut, bukan hanya Intermark BSD yang belum menyerahkan kewajiban, melainkan hampir semua pengembang jenis Apartemen dan perkantoran belum menyerahkan kewajibannya.

Pos terkait