Memasak Bantu Hilangkan Stres Selama Pandemi

  • Whatsapp
Memasak (ilustrasi). Memasak merupakan kegiatan yang dapat menghilangkan stres selama pandemi.

Makan merupakan kebutuhan hidup, sementara memasak merupakan pilihan.

Pandemi Covid-19 nampaknya belum juga berakhir di Indonesia. Alhasil, banyak pekerja kantoran kembali memperpanjang ngantor di rumah alias work from home (WFH). Tak perlu khawatir, selama WHF banyak cara agar tetap bahagia, salah satunya dengan memasak.

Bacaan Lainnya

Hal ini pula yang dilakukan Chef Andry Abboud. Bagi Abboud, memasak mempunyai banyak fungsi antara lain membantu mengembangkan diri, meningkatkan kreativitas, meningkatkan kesabaran, menenangkan hati, meredakan stres, dan membuat bahagia.

“Saya selalu mengatakan bahwa dapur merupakan dunia yang berbeda, dunia dengan aturan main sendiri. Saya selalu encourage orang dengan mengatakan bahwa hampir tidak ada yang salah di dapur kita. My kitchen, my rules! Itu sebab di dapur rumah, kita bisa menjadi diri kita sendiri, menjadi kreatif tanpa batas. Bukankah membahagiakan bisa menjadi diri sendiri di dunia yang kita ciptakan?” ujar Abboud di Jakarta, seperti dalam siaran pers, Kamis (11/2).

Lulusan dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jawa Barat ini memaparkan, makan merupakan kebutuhan hidup, sementara memasak merupakan pilihan. Oleh karena itu bila kita melakukan pilihan hidup, kita dapat melakukannya dengan sepenuh hati. Hal inilah yang membuat ketika memasak maka akan membuat bahagia.

Abboud mengungkapkan, hak memilih juga ada ketika kita menyusun menu, menentukan rasa, membuat diri kita dan keluarga merasakan nikmat makan, menambah pengalaman baru dengan mencoba menu baru, dan lainnya. Tidak ada menu khusus untuk menunjang kebahagian. Karena kepercayaan diri itu salah satu faktor yang menunjang kebahagiaan ketika memasak.

“Cukup dengan menu yang kita suka atau yang membuat kita tertarik untuk mencoba memasak. Biasanya menu-menu andalan, tren, atau challenging yang bisa membuat kita lebih merasa punya achievement. Perasaan berhasil dan bangga akan hasil dari masakan tersebut membuat kita lebih percaya diri. Kepercayaan diri itu salah satu faktor yang menunjang kebahagiaan di dapur. Isn’t it right?” tegasnya.

Terkait riset bahwa memakan makanan yang sudah masak menjadikan kita bahagia, Abboud memaparkan, untuk sebagian orang memang benar makan makanan yang sudah masak bisa menjadi kita bahagia. Karena sebagian orang lainnya kadang-kadang cukup puas dan bahagia melihat keluarga dan teman menikmati hasil masakan kita.


“Saya pribadi bisa merasakan keduanya. Saya bahagia dengan makan hasil masakan saya, dan saya bahagia melihat orang suka dan menghabiskan hasil masakan saya,” paparnya.

Abboud berpesan untuk orang-orang yang tengah gemar memasak maka harus faham bahwa tidak ada yang salah di dapur. Karena ketika kita memasak, kita dan keluarga menyukai hasil masakan kita, tidak ada seorangpun yang bisa menyalahkan. Tapi dunia memasak adalah dunia ilmu tanpa batas. Selalu ada hal baru di dalamnya.

“Jadi, belajarlah terus untuk berkembang. Jangan pernah merasa cukup ilmu memasak. Kesampingkan ego dan teruslah belajar. Penilaian selalu ada dan datang berlapis-lapis. Penilaian kita sendiri, keluarga, teman dan masyarakat. Bersiaplah untuk melalui setiap lapisan penilaian dengan berkembangnya ilmu memasak kita,” tuturnya.

Sumber: Republika

Pos terkait