Jamkrindo Bantu Korban Banjir Karawang dan Subang

  • Whatsapp
Petugas gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir di Desa Karangligar, Karawang, Jawa Barat, Selasa (9/2/2021). Banjir yang disebabkan meluapnya air sungai Cibeet di wilayah itu merendam sebanyak 564 rumah dengan ketinggian air mencapai dua meter mengakibatkan 2.098 jiwa terdampak dan terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Musibah banjir di Karawang melanda 17 kecamatan.

JAKARTA — PT Jamkrindo menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Kabupaten Karawang dan Subang, Jawa Barat. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok dan obat-obatan. 

Bacaan Lainnya


Sekretaris Perusahaan Jamkrindo Abdul Bari mengatakan, bantuan yang disalurkan sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana alam. “Semoga bantuan yang kami serahkan bisa meringankan beban para korban,” kata Abdul dalam keterangan resmi, Kamis (11/2).


Secara simbolis, bantuan untuk korban bencana banjir diserahkan oleh tim Kantor Wilayah IV Bandung dan tim Kantor Cabang Purwakarta  di dua titik, yakni di Posko Satgas Wakil Bupati Karawang yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Karawang Aep Saepulloh. Selain itu, bantuan diserahkan di posko bencana banjir. 


Penyerahan bantuan Jamkrindo diwakili Pemimpin Kanwil IV Bandung Dody Novarianto dan Pemimpin Cabang Jamkrindo Kantor Cabang Purwakarta Robby Julandri Bersama tim Jamkrindo Peduli. Bantuan sama juga diberikan untuk warga Subang di Posko bencana Masjid Hidayatul Jariyah, Dusun Kedung Gede, Desa Mulyasari. 


Wakil Bupati Karawang Aep Saepulloh mengapresiasi bantuan yang diberikan Jamkrindo. Ia mengatakan, bantuan ini akan langsung diserahkan ke beberapa wilayah yang terdampak Banjir, seperti di Rengasdengklok, Teluk Buyung Pakis Jaya, Tirtamulya, Cikampek, Purwasari, Cilamaya Selatan, dan wilayah lainnya.


Banjir yang melanda 17 kecamatan di Karawang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan luapan beberapa air sungai pada Ahad (7/2). Di Subang, banjir melanda 75 desa dari 11 kecamatan dan memaksa sebanyak 32 ribu orang dari 5.764 kepala keluarga mengungsi.  


 

Sumber: Republika

Pos terkait