Mursi Disebut Kalah dalam Pilpres Mesir, Ini Faktanya

  • Whatsapp
Mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi

Menurut laporan, kabar Mursi bukanlah pemenang disampaikan oleh eks dubes Saudi.

KAIRO — Mantan perwira intelijen militer Mesir Tamer El-Shahawy membantah klaim mantan Duta Besar Arab Saudi untuk Mesir Ahmed Kattan yang menyatakan hasil pemilihan umum Mesir 2012 direkayasa. El-Shahawy adalah orang yang ditunjuk untuk mengawasi pemilihan presiden tahun itu.

Bacaan Lainnya

Dalam pernyataannya di media Rusia, RT El-Shahawy mengatakan klaim yang menyatakan pemenang pemilihan presiden 2012 bukanlah mantan Presiden Muhammad Mursi melainkan Ahmed Shafik adalah tidak benar. Ia menegaskan dewan militer tidak mengintervensi proses pemilihan.

“Beberapa hari yang lalu, mitra kami Pak Kattan, mantan Duta Besar Arab Saudi di Mesir, berbicara di program televisi dan mengindikasi Shafik yang memenangkan pemilihan presiden 2012, saya pastikan semua informasi atau berita yang menyebar mengenai kemenangan Letnan Jenderal Shafik dalam pemilihan 2012 adalah berita atau informasi yang tidak benar,” kata El-Shahawy seperti dikutip Middle East Monitor, Selasa (9/3).


Baca Juga: Ahli Terjemahkan Naskah Mumifikasi Tertua di Mesir


“Melalui kesaksian yang saya tulis untuk sejarah ini saya menyatakan hasilnya sesuai dengan kenyataan lembaga pemantau pemilihan umum yang saya pimpin waktu itu dan dewan militer tidak mengintervensi dari dekat atau jauh proses pemilihan dan pengumuman hasil pemilu dilakukan dengan sangat transparan,” tambahnya.


Muhammad Mursi menjadi presiden sipil pertama Mesir yang menguasai pemerintahan pada 2012 lalu menyusul tumbangnya Husni Mubarak. Ia terpilih dalam pertarungan dua putaran. Namun umur pemerintahannya tak panjang. Pada 2013 ia digulingan oleh rezim militer yang dipimpin Abdul Fattah al-Sisi. Mursi meninggal di penjara pada 2019 lalu.


 

Sumber: Republika

Pos terkait