Lord of the Rings Era Soviet Tayang Kembali di YouTube

  • Whatsapp
Lord of The Rings era Soviet di Youtube.

‘Lord of The Rings’ era Soviet belum lama ini juga dirilis di televisi Rusia.

JAKARTA — Film adaptasi dari “The Lord of the Rings” era Uni Soviet telah dirilis ulang di saluran YouTube. Film tersebut baru-baru ini dirilis oleh Пятый канал Россия atau 5TV Russian, saluran televisi Rusia yang sebelumnya dikenal sebagai Televisi Leningrad.

Penggemar semesta “The Lord of the Rings” dapat menonton film secara keseluruhan yang terbagi dalam dua bagian, dengan durasi total sekitar satu jam 50 menit.

Film berjudul “хранители” yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi “Keepers” tersebut dirilis pertama kali tahun 1991, 10 tahun sebelum trilogy The Lord of the Rings arahan Peter Jackson dirilis. Film versi Rusia ini disutradarai oleh Natalya Serebryakova.

Menurut 5TV, film tersebut didasarkan pada kisah “The Fellowship of the Ring”, volume pertama novel fantasi epik karya JRR Tolkien. Novel tersebut dirilis dalam tiga bagian antara tahun 1954 dan 1955.

Bagian pertama film tersebut telah ditonton lebih dari 400 ribu kali di YouTube sejak 5TV merilisnya kembali di platform tersebut. Bagian kedua saat ini memiliki lebih dari 100 ribu tayangan.

Dilansir dari laman Independent pada Selasa (6/4), film “The Lord of The Rings” era Soviet itu diyakini hanya ditayangkan sekali ketika perilisan debutnya. Kemudian film tersebut tidak ditayangkan lagi selama bertahun-tahun setelahnya.

Sementara itu, adaptasi terbaru dari “The Lord of the Rings” sedang proses penggarapan di Amazon. Studio tersebut memberi bocoran detail dalam sinopsis awal tahun ini, dengan mengatakan bahwa serial tersebut akan bertindak sebagai set prekuel sebelum trilogi Jackson, dan akan menampilkan beberapa karakter yang “familiar”.

Uni Soviet sendiri adalah negara Sosialis yang pernah ada antara tahun 1922 – 1991 di Eurasia. Uni Soviet adalah negara pertama yang mengadopsi sistem ekonomi terencana, dimana produksi dan distribusi dilakukan secara terpusat dan dikendalikan oleh sistem pemerintah.

Sumber: Republika

Pos terkait