Pemerintah India Didesak Distribusikan Vaksin Lebih Cepat

  • Whatsapp
Seorang petugas kesehatan memberikan vaksin COVID-19 kepada petugas kota di rumah sakit swasta di New Delhi, India, Sabtu, 13 Februari 2021.

Kasus Covid-19 di India mencapai rekor 100 ribu kasus.

NEW DELHI — Banyak pemimpin negara bagian India telah meminta Perdana Menteri Narendra Modi untuk mempercepat vaksinasi kepada sebagian besar dari ratusan juta orang dewasa di negara itu. Desakan itu muncul menyusul lonjakan infeksi kedua yang melampaui gelombang pertama.

Bacaan Lainnya

India mencapai rekor 100 ribu kasus infeksi harian untuk pertama kalinya pada Senin (5/4). Kasus infeksi kemungkinan akan tetap tinggi hingga beberapa hari mendatang membuat program vaksin yang telah berjalan tetap kesulitan.

Negara pembuat vaksin terbesar di dunia ini memperluas program vaksinasi untuk mencakup semua orang yang berusia di atas 45 tahun mulai April. Sejauh ini hanya sekitar 1 dari 25 orang yang telah divaksinasi. Jumlah tersebut sangat rendah dibandingkan dengan hampir 1 dari 2 di Inggris dan 1 dari 3 di Amerika Serikat.

“Jika sejumlah besar populasi muda dan pekerja divaksinasi, intensitas kasus akan jauh lebih rendah daripada perawatan yang mereka butuhkan saat ini,” ujar kepala menteri negara bagian Maharashtra, Uddhav Thackeray, yang menulis surat ke Modi tentang kondisi wilayahnya yang terkena dampak paling parah di India.  

Kepala Menteri Delhi, Arvind Kejriwal, dan banyak negara bagian lainnya juga telah meminta vaksinasi yang lebih cepat dan lebih luas. Beberapa kekurangan pasokan vaksin bahkan untuk kelompok-kelompok yang diprioritaskan.

Pemerintah federal telah mengatakan akan memperluas kampanye vaksinasi dalam waktu dekat untuk melibatkan lebih banyak orang. Pasokan vaksin pun sedang ditingkatkan.Dengan 12,6 juta kasus, India adalah negara yang terkena dampak terparah setelah Amerika Serikat dan Brasil. Kematian telah melewati angka 165.000. Infeksi harian di negara itu telah meningkat berkali-kali lipat sejak mencapai titik terendah multi-bulan pada awal Februari.

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Pos terkait