Sastrawan Ungkap Peninggalan Terbesar Umbu Landu Paranggi

  • Whatsapp
Umbu Landu Paranggi dan Emha Ainun Nadjib

Penyair Umbu Landu Paranggi dilaporkan meninggal dunia di Denpasar, Selasa (6/4).

JAKARTA — Penyair Umbu Landu Paranggi dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (6/4) di RS Bali Mandara, Denpasar. Kepergian sang Presiden Maliobor ini dinilai meninggalkan jejak yang tak tergantikan dalam dunia kepenyairan Indonesia.

Sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda mengungkapkan salah satu peninggalan Umbu dalam dunia kepenyairan Indonesia adalah dia melahirkan cukup banyak sastrawan atau penyair besar. Beberapa tokoh yang diketahui merupakan murid dari Umbu adalah Iman Budhi Santosa, Ragil Suwarno Pragolapati, dan Emha Ainun Nadjib.

Lahirnya para penyair kenamaan ini tak lepas dari peran Umbu yang mendirikan komunitas Persada Studi Klub (PSK) yang berbasis di kawasan Malioboro. Melalui komunitas ini, Umbu kerap mengadakan pertemuan-pertemuan yang membahas soal sastra.

Uniknya, lanjut Ahmadun, Umbu cukup “pelit” dalam mempublikasikan karya meski melahirkan cukup banyak penyair besar. Ahmadun mengatakan Umbu terbilang jarang dalam mempublikasikan karyanya.

“Setahun sekali belum tentu, sekali-sekali saja dia publikasikan (banyak yang disimpan),” tukas Ahmadun saat dihubungi republika.co.id, Selasa (6/4).

Peninggalan besar lain dari Umbu, lanjut Ahmadun, adalah konsep rubrikasi puisi di media seperti koran. Seperti diketahui, Umbu sempat mengasuh rubrik puisi dan sastra di Mingguan Pelopor Yogya dan Bali Post.

Ahmadun mengatakan konsep Umbu dalam mengolah rubrikasi puisi di media banyak menginspirasi. Ahmadun pun merupakan salah satu yang terinspirasi oleh Umbu ketika mengasuh rubrik serupa.

“Konsep rubrikasi puisi di media, di koran, itu bagus kualitasnya,” jelas Ahmadun.

Terkait pribadi Umbu, Ahmadun mengatakan dia pernah sekali bertemu dengan Umbu saat masih bekerja sebagai wartawan. Menurut Ahmadun, Umbu merupakan sosok yang cukup sulit untuk bisa ditemui.

Kala itu, Ahmadun sengaja menyambangi Bali untuk bisa bertemu dengan Umbu. Meski harus menunggu hingga keesokan harinya, Ahmadun berhasil bertemu dan berbincang dengan Umbu.

“Sesudah ketemu, baik orangnya, kami bicara macam-macam,” pungkas Ahmadun.

Ahmadun mengatakan dia juga banyak mendengar kisah mengenai sosok Umbu dari rekan-rekannya. Banyak yang mengenang Umbu sebagai sosok guru yang melahirkan banyak sastrawan dan penyair besar.

Sumber: Republika

Pos terkait