Ambisi Rodgers Bawa Leicester Sekuat Man City

  • Whatsapp
Manajer Leicester Brendan Rodgers memberikan instruksi selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Burnley dan Leicester City di stadion Turf Moor di Burnley, Inggris, Rabu, 3 Maret 2021.

Namun, ia menyadari kesenjangan aktivitas transfer antara Leicester dan Man City.

 LEICESTER — Pelatih Leicester City, Brendan Rodgers menargetkan masa jabatan jangka panjang bersama klub yang bermarkas di Stadion King Power.

Bacaan Lainnya


Rodgers bahkan menyebut timnya bakal konsisten berada di papan atas klasemen Liga Primer Inggris apabila dirinya diberikan waktu lebih lama untuk membina skuad the Foxes.


“Mudah-mudahan jika saya bisa berada di sini selama empat atau lima tahun, kami bisa secara konsisten menjadi lebih baik,” kata Rodgers dilansir Leicester Mercury, Rabu (7/4).


Leicester baru saja menelan kekalahan 0-2 dari pemimpin klasemen Manchester City pada pekan ke-30 Liga Inggris. Kekalahan itu membuat Leicester gagal memangkas perolehan angka dengan posisi kedua MU, dan City di kursi pertama.


The Foxes saat ini berada di peringkat ketiga dengan perolehan angka 5 dari 17 kemenangan, lima imbang, dan delapan kekalahan. Mereka terpaut empat poin atas West Ham United di kursi keempat.


Namun, dalam aktivitas transfer pemain yang berbanding jauh dengan Manchester City jelas Leicester City mencapai tahap yang bagus. Rodgers pun bertekad untuk bisa memangkas kesenjangan dengan City yang memiliki pengeluaran fantastis terkait mendatangkan pemain.


Bukti kuat Rodgers dalam aspek tersebut adalah dirinya kerap memberikan kepercayaan kepada para pemain muda untuk tampil di skuad utama Leicester.


Teranyar, gelandang muda Prancis kelahiran Thailand, Thanawat Suengchitthawon diberikan kesempatan bermain setelah sebelumnya ia memainkan Vontae Daley-Campbell, Sidnei Tavares, Khanya Leshabela, pun Shane Flynn.


“Anda mungkin akan melihat sedikit tentang dia di U-23. Dia mencetak beberapa gol baru-baru ini melawan Manchester United. Dia adalah pemain lini tengah yang menyerang. Dia teknisi yang brilian. Dia bertubuh kecil, tapi bermain besar di lapangan.”

Sumber: Republika

Pos terkait