Polisi Rusia Tingkatan Keamanan di Penjara Navalny

  • Whatsapp
Gambar diam yang diambil dari rekaman video selebaran yang disediakan oleh layanan pers pengadilan distrik Babushkinsky menunjukkan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny di dalam sangkar kaca sebelum sidang kasus tuduhan fitnah di Moskow, Rusia, 16 Februari 2021. Pada bulan Juni 2020 Komite Investigasi Rusia membuka kasus pidana terhadap Alexei Navalny atas tuduhan fitnah terhadap veteran Perang Dunia II Ignat Artemenko setelah komentar Navalny tentang video yang mempromosikan amandemen Konstitusi Rusia.

Pendukung Alexei Navalny melakukan protes di luar penjara

POKROV — Polisi Rusia tingkatkan keamanan di penjara kritikus Kremlin, Alexei Navalny, pada Selasa (6/4). Upaya itu dilakukan bersamaan dengan langkah para pendukungnya untuk melakukan protes di luar penjara untuk menuntut pihak berwenang memberinya perawatan medis yang tepat.

Bacaan Lainnya


Pada Selasa pagi, petugas polisi, satu dengan seekor anjing polisi, mendirikan pos pemeriksaan darurat di depan gerbang penjara. Mereka menggunakan penghalang logam untuk memblokir jalan 100 meter dari fasilitas tersebut. 


Polisi pun menutup tempat parkir untuk semua kecuali staf penjara. Terdapat pemeriksaan ID wartawan dan pekerja penjara.


“Sekarang di bawah rezim (keamanan) khusus,” kata seorang polisi perempuan.


Penentang utama Presiden Vladimir Putin itu telah mengumumkan mogok makan pekan lalu. Hal itu sebagai protes atas penolakan otoritas penjara untuk memperlakukannya dengan baik atas keluhan nyeri punggung dan kaki yang akut.


Sekelompok sekutunya mengatakan mereka akan memprotes penjara di kota Pokrov 100 km timur Moskow mulai Selasa. Gerakan itu akan dibatalkan jika Navalny menemui dokter pilihannya dan diberi obat yang tepat.


Otoritas penjara mengatakan kondisinya memuaskan dan dia telah diberikan semua perawatan medis yang diperlukan. Surat kabar pro-Kremlin Izvestia kemudian mengutip layanan penjara negara yang mengatakan bahwa Navalny telah dipindahkan ke klinik dan dites untuk virus corona. 

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Pos terkait