Vaksin AstraZeneca dari Korsel Tiba di Iran

  • Whatsapp
Dalam file foto bertanggal Senin, 22 Maret 2021 ini, staf medis menyiapkan jarum suntik dari vial vaksin virus corona AstraZeneca selama persiapan di pusat vaksin di Ebersberg dekat Munich, Jerman. Pejabat tinggi kesehatan Berlin mengatakan Selasa 30 Maret 2021, bahwa negara bagian Berlin di Jerman kembali menangguhkan penggunaan vaksin virus korona AstraZeneca untuk orang di bawah 60 tahun ,

Iran telah melakukan vaksinasi terhadap 250 ribu dari 80 juta total penduduk

TEHERAN — Sekitar 700 ribu dosis vaksin untuk mencegah infeksi virus corona jenis baru (Covid-19) dari AstraZeneca yang diproduksi di Korea Selatan (Korsel) telah tiba di Iran pada Selasa (6/4).

Bacaan Lainnya

Kantor berita Pemerintah Iran IRNA melaporkan bahwa vaksin Covid-19 dari AstraZeneca yang diproduksi SK Bioscience telah dibawa melalui Belanda. Sejauh ini, Iran telah melakukan vaksinasi terhadap 250 ribu dari 80 juta total penduduk di negara Timur Tengah itu.

Sebelumnya Iran memberikan vaksinasi Covid-19 dengan produk vaksin buatan Rusia dan China. Setidaknya 56 ribu orang telah menerima dua dosis atau dosis lengkap vaksin.

Otoritas keseharan Iran memberi persetujuan penggunaan darurat vaksin Covid-19 AstraZeneca yang diproduksi di Korsel pada 18 Februari lalu. Negara itu hingga saat ini telah mengkonfirmasi 1.945.964 kasus infeksi virus corona jenis baru, dengan total kematian terkait penyakit wabah ini mencapai 63.332 orang.

Banyak negara melakukan upaya vaksinasi Covid-19 secara luas yang bertujuan mengendalikan pandemi dan diharapkan membuat kehidupan kembali normal. Tak sedikit yang juga berlomba meluncurkan vaksin, termasuk Iran yang juga mencoba mengembangkan produk vaksin untuk mencegah infeksi virus corona jenis baru bernama COVIran Barakat.

Saat ini COVIran masih dalam tahap uji klinis kedua dan menerima ilsensi yang diperlukan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Iran (Food and Drug Administration of Iran National Committee for Ethics) dalam penelitian biomedis. Uji coba tahap pertama telah dilakukan pada awal Januari.

Sumber: Republika

Pos terkait