Wapres Minta Pemda Afirmasi Kebijakan Digitalisasi Pasar

  • Whatsapp
Wakil Presiden Ma

Digitalisasi pasar penting mengingat perubahan zaman telah mengubah perilaku warga.

 JAKARTA — Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap pemerintah daerah turut mendukung upaya digitalisasi para pedagang di pasar rakyat. Wapres mengatakan, dukungan dapat berupa kebijakan yang mendukung pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) maupum pedagang di pasar dapat beradaptasi menggunakan teknologi.

Bacaan Lainnya


Sebab, untuk memberi kesempatan para pedagang untuk masuk ke pasar daring, pengelola pasar perlu membangun aplikasi dan pangkalan data.


“Untuk ini, saya minta pemerintah daerah juga berperan aktif memberikan afirmasi kebijakan yang dibutuhkan,” kata Ma’ruf saat meresmikan Pasar Rakyat Kota Pariaman, Sumatera Barat, Selasa (7/4).


Wapres menjelaskan, pentingnya digitalisasi di pasar rakyat saat ini, lantaran perkembangan zaman telah memperngaruhi perilaku masyarakat dalam berbelanja. Apalagi, ditambah adanya pandemi Covid-19 dengan aturan pembatasan mobilitas masyarakat selama pandemi Covid-19, membuat masyarakat berbelanja lebih banyak secara daring. 


Ia menilai perubahan tersebut tidak bisa dihentikan. Karenanya para pedagang di pasar  harus adaptasi dan kemauan untuk terus belajar.


“Digitalisasi di pasar rakyat cepat atau lambat pasti akan terjadi. Untuk itu, para pedagang perlu belajar memanfaatkan teknologi yang ada,” ungkap Wapres.


Sebelumnya, Wapres juga mengungkapkan harapannya agar UMKM di Indonesia tidak tertinggal di era digitalisasi saat ini. Sebab, banyak UMKM yang belum bertranformasi secara digital Padahal, adanya pandemi Covid-19 telah mempercepat transformasi digital dalam berbisnis.


“Kita harus mengakui, UMKM kita belum semuanya tersentuh digitalisasi, saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama membantu UMKM mengikuti arus digitalisasi ini,” kata Ma’ruf saat menjadi pembicara dalam Forum Indonesia Bangkit, dengan Tema: ‘Health Care Industry and Economy Recovery’, Selasa (6/4).


Wapres menjelaskan, sebagian besar usaha saat ini dilakukan secara online. Hal ini juga terlihat dari pertumbuhan penjualan secara online dan meningkatnya aktivitas usaha jasa pengiriman barang.


“UMKM tidak boleh tercecer dalam hal digitalisasi, namun UMKM harus menjadi bagian dalam transformasi ekonomi digital,” ungkapnya.

Sumber: Republika

Pos terkait