Wijaya Karya Perluas Ekspansi di Pasar Global

  • Whatsapp
Kendaraan melintas di dekat kontruksi tiang pancang untuk jalur kereta pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di kawasan Jalan Tol Padaleunyi, Kota Cimahi, Senin (8/2). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang ditargetkan rampung pada 2022 mendatang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian, kemajuan bangsa dan mampu memecah masalah kebutuhan mobilitas serta menjadi titik lain dari modernisasi transportasi publik di Indonesia. Foto: Abdan Syakura/Republika

Terbaru, Wijaya Karya melalui anak usahanya mengekspor tiang pancang ke Taiwan.

 JAKARTA — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menjadi BUMN Karya yang terus melakukan ekspansi bisnis ke mancanegara. Emiten berkode saham WIKA ini mendorong ekspor produk-produk industrinya selain proyek yang saat ini tengah berjalan di dalm negeri. 

Bacaan Lainnya


Belum lama ini, anak usaha WIKA yaitu WIKA Beton (WTON) resmi melakukan ekspansi global pertama dengan mengekspor tiang pancang ke Taiwan. Produk tiang pancang atau spun pile dengan panjang 8 meter itu diekspor untuk dapat digunakan dalam proyek infrastruktur yang tengah digalakkan Pemerintah Taiwan.


Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito mengungkapkan, keberhasilan produk industri WIKA Group masuk ke pasar ekspor ditopang oleh kapasitas produksi, kualitas yang unggul, dengan harga yang kompetitif dibandingkan para pesaing sejenis.


“Diraihnya tender ekspansi global ini didasarkan pada besaran kapasitas produksi yang dapat dijamin WTON dibandingkan beberapa eksportir negara lainnya di Asia Tenggara, seperti Vietnam dan Malaysia,” kata Agung melalui keterangan pers, Rabu (7/4).


Anak usaha Wika lainnya yaitu WIKA Industri Konstruksi (Wikon) juga telah melakukan ekspor struktur girder baja untuk jembatan yang digunakan pada proyek di Filipina bekerjasama dengan Matiere dari Perancis. Saat ini, Wikon juga berpotensi untuk melanjutkan ekspor produk tersebut.


Selain itu, WIKA juga dipercaya untuk membangun infrastruktur di berbagai negara yang tersebar di Asia, Pasifik, Timur Tengah hingga Afrika. Belum lama ini, WIKA menggarap proyek Istana Presiden Niger.


Dalam proyek tersebut, WIKA bertanggung jawab menyelesaikan empat bangunan meliputi ballroom, head of state (bangunan pendukung di sekitar ballroom), service building (pusat kontrol) dan pavillion of president (tempat tinggal presiden beserta keluarga).


“Pengerjaan proyek ini telah mencapai 91 persen dan dijadwalkan selesai pada pertengahan 2021,” jelas Agung.


Proyek luar negeri lainnya yang sedang digarap WIKA yaitu Multi Purpose Sport Complex di Kepulauan Solomon. Selain mengerjakan proyek, WIKA juga mendorong penggunaan material dari Indonesia untuk digunakan di proyek tersebut.


“Progress sampai saat ini mencapai 27 persen dengan target selesai pada Desember 2022,” kata Agung. 


Selain dua proyek di atas, WIKA juga tengah menggarap Proyek Indonesia Pavillion di Dubai Expo yang saat ini progressnya telah mencapai 60 persen. Pavillion tersebut akan siap digunakan pada Oktober 2021. 

Sumber: Republika

Pos terkait